Label

Minggu, 08 April 2012

FARID OKHBAH BONGKAR KESESATAN SYIAH

Assalamu alaikum,,,,
Farid Okbah Bongkar Kesesatan
Syiah, Umar Shihab Tinggalkan
Rapat Jakarta - Ada yang menarik dalam pertemuan antara MIUMI dengan MUI, Selasa (27/3) kemarin.
Salah satunya adalah pokok pembahasan mengenai
kesesatan Syiah. Ustadz Farid Ahmad Okbah dalam
pemaparannya membongkar habis bukti-bukti
kesesatan Syiah di tanah air. Ia menukil banyak sekali
kitab asli Syiah baik yang diterbitkan di Iran maupun Indonesia yang penuh dengan caci maki pada sahabat
nabi maupun fitnah terhadap istri nabi. “Syiah tidak boleh dbiarkan karena jika dibiarkan
tumbuh besar akan merusak akidah ahlus sunnah di
Indonesia,” pesan beliau. Di saat bersamaan hadir pula Umar Shihab, salah
seorang ketua MUI yang memang terkenal pro
terhadap Syiah. Umar Shihab pun begitu seksama
mendengarkan paparan Ustadz Farid Okbah. Namun
lama kelamaan Umar Shihab memilih keluar dari
ruangan rapat ditengah para pengurus lainnya setia mendengarkan. Tadinya para wartawan menduga,
Umar hanya keluar untuk kepentingan sementara,
namun hingga usai pertemuan pada pukul 12.30,
wajah Umar Shihab tidak kunjung muncul. Tidak ada keterangan resmi mengapa Umar Shihab
memilih meninggalkan ruangan. Para wartawan yang
setia menunggunya pun tidak bisa mengkonfirmasi
terkait hal ini. Sebelumnya, salah seorang ketua MUI, KH Anwar
Abbas mengatakan umat Islam perlu mewaspadai
beasiswa-beasiswa yang diberikan oleh pemerintah
Iran. Sebab melalui beasiswa pendidikan itulah,
Syiahisasi dilakukan. "Saya yakin kalau mereka
kembali sudah berubah jadi Syiah," katanya. Tokoh Muhammadiyah itu lantas bercerita
pengalaman Profesor Amir Syarifudin ke Iran. "Saat
berkunjung ke Iran, Prof Amir Syamsuddin bertanya
kamu masih Sunni atau sudah Syiah? Mahasiswa itu
menjawab, ya sudah Syiah donk Pak," kata Kiyai
Anwar Abbas menirukan jawaban mahasiswa. Kyai Anwar juga mencium aroma penjinakan yang
dilakukan pemerintah Iran kepada tokoh-tokoh Islam
Indonesia dengan cara mengundang mereka datang
ke Iran. "Saya sudah mencium, kita kalau diundang ke
sana dalam rangka penjinakan," tambahnya Kiyai Ma'ruf yang memimpin rapat pun urut
menimpali, "Kita belum diundang saja sudah jinak,"
katanya disambut tawa.[Pizaro/erm].

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar